80% Lingkungan sangat mempengaruhi kita dan 60% pengalaman sangat membantu kita. Itu artinya kita harus melakukan tindakan yang nyata atau praktek untuk meningkatkan kemampuan kita. Dan bila belum terbiasa, maka lakukan 40 hari berturut-turut. Awal merupakan sulit. Namun kita bisa karena terbiasa...
Ganbatte!
Luruskan orientasimu!
Saling mengingatlah sesama teman
Satukan mimpi kita! Yosh!
Tampilkan postingan dengan label Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Me. Tampilkan semua postingan

Anak Muda Banyak Cobaan

Tidak sedikit akhwat yang pacaran. Tau akhwat??? Katanya sih perempuan yang alim-alim gitu, ya pokoknya memahami agama deh. Kalau menurutku, mereka itu spesies indah kayak bidadari. Spesies??? Hehehehe...ok ok ampun ampun...
Baiklah, aku menulis ini aku hanya gerget aja sama seseorang yang dia ini adalah seorang akhwat. Iya, itu hak dia. Hak pacaran maksudnya. Aku ngerti Eh, jangan salah aku juga pernah menyukai lawan jenis. Jangan kira aku abnormal -_- hihihi...
Tapi, aku benar-benar miris. Baiklah, sebut saja nama mawar atau miwir. Miwir aja kali ya biar mantep. Loh???
Jadi, si Miwir ini hijrah dari cewek berjilbab yang agak centil ke menjadi akhwat sejak kenal rohis di SMA. Dia pun paham kalau pacaran gak boleh. Tapi, begitu lulus SMA, dia malah...ya katanya sih gak pacaran...tapi dia dengan laki-laki yang sering ia temui ini memiliki perasaan yang sama dan menjalin hubungan tanpa status. Ibunya yang bukan dari keluarga agamis tadinya memahami agama perlahan dari si Miwir. Ia cenderung sabar bila si Miwir ini berulah. Tapi, karena sering ketemuan diam-diam dengan si cowok, ibunya mulai menyebut, "katanya gak boleh pacaran???" Pasalnya Miwir menyebut pacaran itu gak boleh.
Okelah, mengenai perasaan, mungkin ada hal yang membuat ia pacaran. Ini tentang perasaan. Mungkin ia lama menahan diri untuk tidak pacaran. Karena tak tahan, ia lepas sedikit-sedikit pemahamannya itu. Dan mulai melakukan hubungan status yang intinya sama saja dengan pacaran.
Sesuai lagu Haji Rhoma Irama, darah muda darahnya para remaja. Namanya juga remaja. Ya, aku pun mulai paham kalau remaja itu ternyata banyak cobaannya. Dan aku mulai paham ternyata masa mudalah tempat banyak mengambil banyak pahala karena jiwa remaja yang cenderung labil. Karena masa muda ternyata banyak cobaan terutama bicara hati...ceileeh....
Cinta emang fitrah...tapi bukan berarti kita bisa salah kaprah...
hati-hati jeng. mas...mau secantik apa pun pacarmu, seganteng apa pun juga, yang namanya pacaran tetaplah gak boleh.
Ya aku tahu ini tentang perasaan. Masa muda itu perasaannya emang gak kekontrol. Namanya juga darah muda. Anak muda emang banyak cobaannya, maka harus banyak bersabar dan mendekatkan diri pada-Nya. Karena ntar masa muda kita bakal ditanyain di alam sana. KIta cuma nunggu giliran buat diinterogasi aja di alam sana. Jangan sia-siakan waktumu dan jangan sia-saiakan nyawamu hanya untuk yang gak bermanfaat. Tiap hembus nafasmu bakal dikepoin!!!

Makanya, hobby itu paling jempol buat menangkal terjadinya pacaran. Kalau ditegor emak kan, "Hayooloh, katanya gak boleh pacaran???" mau ngomong apa coba. Mulut dan tindakan gak sesuai sih.
Sebagai anak muda, cobalah berpikir kritis dan semoga istiqomah dalam menjaga diri dari yang namanya pacaran. Inget! Kita anak muda, udah pasti banyak cobaan...Nah, itu ladang amal buat kita. Ok!

Jumpa Kembali

Assalamualaykum warrahmatullahi wabaraktuh...
Hey blogwalker...Jumpa Kembali...
Lama kita tidak bersua...hehehe, sebanarnya ini ditjukan pada blog ini sendiri yang sudah lama terkatung-katung hidup tanpa saya. Memang, saya sengaja meninggalkan blog ini. Ada hal yang saya pentingkan dulu hingga kali ini saya abaikan blog ini selama berminggu-minggu.
Jujur, belakangan saya seperti tidak menemukan diri saya. Walau ada masalah menimpa, saya selalu mengusir rasa itu dengan aktif. Tapi, selain karena sibuk dengan urusan kampus, ada hal juga yang saya dibuat sibuk. Sampai-sampai saya tidak mengenali diri saya. Saya seperti tidak bisa menulis lagi. Tangan sih bisa. Tapi tangan ini seolah tak ada nyawanya karena jiwa menulis itu seolah menguap. Sampai saya berpikir untuk mengikuti komunitas penulis. Seorang penulis yang juga teman saya, seharusnya membuat saya terpacu suapay saya bisa menyelesaikan karya saya, tapi nyatanya saya seperti orang lain yaitu pengangguran kalau tidak kuliah/sekolah. Mungkin ini adalah curhat. Tapi sudah lama saya ingin ceritakan ini, entah ceritakan pada siapa. Saya pikir, saya arus kembali menjadi diri saya kembali. Saya harus merebut identitas saya kembali yang sempat menjadi pemilik masa lalu. Saya ingin membawa identitas asli saya sampai semampu mana saya bertahan hidup di bumi ini.
OLeh karena itu, kini saya kembali. Walau mungkin saya sudah segila dulu dalam menulis, tapi saya akan terus mencari celah, memancing diri saya yang dulu dengan mencoba kembali menjadi blogger aktif walau hanya sebulan sekali. Supaya jiwa itu tumbuh kembali dan saya kembali ercumbu pada dunia saya sendiri.
Untuk kalian, ada saatnya diri ini berfluktuasi, tapi jangan pernah menyerah. Kita hanya boleh menyerah saat ajal menjelang. Sip gak? Sip dongs!
Ok, Selamat menjadi blogwalker kembali di blog saya ......hihihihi

Cinta

Ya, cinta memang tidak tampak. Tapi kita di sini bukan berbicara arti cinta, melainkan kepada siapa kita mencintai. Terus terang, aku masih menjadi pecinta jepang dan ada beberapa artis jepang yang ku suka. Lalu aku masuk ke dalam sebuah atau beberapa grup penyuka jepang atau artis jepang dalam sebuah facebook. Bukan tidak ada positifnya. Ya, aku menyukai karena harus ada positif dan ku tiru. Tapi aku geli setiap penggemar di dalamnya. Ya, memang itu hak mereka. Tapi tidakkah mereka berpikir apakah orang yang mereka cintai nun jauh di sana memikirkan mereka? Mungkinkah sang idola memimpikan mereka? Memang ini jelas suatu khayalan bagi para penggemar Jepang. Selagi belum pernah ke sana, itu masih ghaib. Bahkan nenekku yang pernah naik haji pun aku masih ragu kalau ia pernah ke mekkah karena aku belum pernah ke sana. Bukankah sesuatu yang belum kita capai adalah ghaib?
Nah, bicara ghaib dan idola, mengapa tidak idolakan yang selalu memikirkan kita di saat ujung usianya. Ya, Rasulullah. Walau banyak idola yang ku suka, tetap Rasulullah yang terbaik. Betapa tidak, sebegitu cintanya beliau pada kita sampai ia mengkhawatirkan kita!
Seorang senior di kampusku membuatku tersentuh akan Rasulullah. "Kita hidup di zaman ini untuk diuji apakah kita masih setia pada beliau? Masihkah kita setia pada ajaran beliau?" Ya Allah...ah...jelas saja...aku begitu rindu pada beliau...tapi begitu rupanya...sementara idola fana di bidang hiburan hanya menghibur, bukan mengajak kita ke syurga. Bukankah lebih baik mengidolakan lebih pada yang ghaib yang sudah pasti menyelamatkan kita di akhirat nanti???
Hanya itu saja, memang idolaku banyak dan rata - rata adalah laki- laki. Karena laki-laki di mataku sosok yang semangat. Ya, semoga kita tersadar tentang siapa idola kita sesungguhnya.

Ramadan Kini

Bulan ini tidak ada yang bisa ku bicarakan selain gambar-gambar ini yang berbicara.



Kebiasaan Pagi

Waktu belajar bahasa jepang, guruku menyuruh kami untuk menulis kalimat bahasa jepang tentang apa yang kami lakukan pertama kali ssetelah bangun tidur. Kebanyakan menulis menonton TV, tapi aku unik sendiri dengan menulis aku membaca koran. Dan saat ditukar dan dibagikan secara acak, temanku yang menerima potongan kertas dariku tentang kalimat yang ku tulis, mereka terkejut. Tidak hanya dia, bahkan hampir satu kelas mencari tahu siapa. Aku diam tapi banyak yang menduga bahwa akulah pemilik tulisan itu. Aku heran kenapa aku dipandang aneh. Aku juga menonton seperti mereka tapi kalau ada koran, aku lebih suka membaca koran. Kebiasaan ini telah membudaya sejak aku kecil waktu aku melihat ayah yang sering membaca koran dan aku selalu penasaran sampai ketagihan.
Aku baru sadar, pembaca koran seperti aku dan seusia aku memang jarang. Membaca pun bukan budaya Indonesia. Bahkan dibanding berbasa-basi, aku lebih suka membaca koran walau basa-basi adalh budaya Indonesia. Dari kecil pikiranku sudah tercipta untuk menjadi yang terbaik dalam hal otak. Makanya aku jarang bergaul walau merasa kesepian. Tapi setidaknya, membaca harus menjadi budaya kita. Jelas saja kita jalan di tempat bahkan semakin terbelakang, membaca yan jadi kebiasaan saja sudah menjadi sorotan yang aneh.
Memang, aku melihat kita 'dilarang' untuk maju di negeri sendiri. Tapi walau begitu, aku tidak mau menjadi mereka yang biasa dan umum. Aku ingin menjadi unik dan ini juga akan ada bagusnya untuk bangsa dan agama. Dan aku tak peduli orang bicara apa. Menjadi 'tuli' jauh lebih baik.

Rasulullah Idola Sesungguhnya

Kalau boleh tau, apa yang ada di benak kalian tentang Nabi Muhammad? Bagaimana rupa beliau di pikiran kalian? Tuakah? Gagah kah?
Pasti kalian memvisualisasikan beliau dengan rupa berambut putih, tua, berjubah pokoknya arab banget deh. Dan sepertinya tua juga. Itu kan di pikiran kalian?
Kenapa aku berpikir begitu? Aku tidak asal nebak. Aku juga melihat dan menganalisis. Rata-rata mereka yang mengumpulkan buku-buku tentang Nabi Muhammad adalah orangtua. Anak muda? Ya novel.
Tampak sekali dan jelas sekali. Yang jadi pertanyaan, kenapa di masa sudah merasa tua, baru mengumpukan buku-buku bagus itu? Mudanya bagaimana?
Terlihat bahwa kebanyakan dari kita beranggapan bahwa kita harus ingat agama dan ingat kematian saat jelang tua. Memang, banyak yang wafat di usia tua. Tapi yang punya kuasa itu Allah tentang kematian. Mengapa harus menjadi 'Islam' saat tua? Apa di masa mudanya tidak tertarik untuk belajar agama?
Mungkin postinganku kali ini dinilai religius di mata kalian. Ku rasa tidak, tapi bisa juga iya. Sebab aku paling mudah mengangumi seseorang. Waktu kecil, aku dibiasakan notnon TV dan mengenal banyak artis dan aku mengidolakannya hanya karena cantik. Lalu aku berpikir, kalau cantik, memang apa nilai positif yang diberikannya terhadapku? Selama aku mengidolakannya, aku merasa biasa-biasa saja. Lalu lama-lama aku bosan dan menonton film luar negeri. Lagi-lagi aku menyukai karena fisik. Aku berpikir lagi, bukankah idola itu akan memberikan dampak bagi penggemarnya? Aku tidak sama sekali. Akhirnya aku tertarik mencari tahu siapa itu Nabi Muhammad. Kenapa harus mengidolakan beliau. Dulu aku berpikir bahwa hanya orang-orang yang fanatik atau alim saja yang mengidolakan beliau. Atau banyak yang mengaku penggemar beliau tapi sebatas di mulut. Aku benar-benar tertarik untuk menelusuri siapa Nabi Muhammad hingga aku mengumpulkan buku-buku Nabi Muhammad.
Dari sekian buku yang ku baca, aku mulai jatuh cinta pada beliau. Aku rasa beliaulah idola sesungguhnya. Ku kira dia itu fanatik dan pokoknya mungkin kaku juga. Tapi ternyata beliau itu bisa membuat lelucon dan bergurau. Walau beristri banyak, tapi beliau benar-benar adil. Dan aku selalu menahan tawa tiap membaca tentang kecemburuan Aisyah. Tapi ada juga buku yang ku beli adalah salah. Aku tidak setuju dengan yang tertulis di dalamnya tentang Nabi Muhammad yang seakan dijelekkan. Aku salah beli. Aku tersinggung karena aku sudah menggemari beliau. Tapi buku itu ku simpan saja dari pada ku jual dan menyesatkan orang lain. aku hanya tidak suka beliau dijelek-jelekkan padahal beliau itu teladan. Dia itu utusan Allah. Allah itu Tuhan.
Hmmm...dulu aku sempat iri dengan beliau karena walau beliau menderita, tetapi selalu ada sahabat yang sangat setia. Tapi kini, aku merasakan nikmatnya sebagai penggemar beliau. Sekali lagi, beliau itu idola yang sesungguhnya dan sudah sepantasnya kita mengidolakan beliau sejak dini karena akhlak beliau yang sungguh...entahlah Subhanallah sekali...aku pun membayangkan bahwa beliau itu sosok pemuda yang tangguh dan pokoknya benar-benar keren!
Tidak ada yang bisa menandingi kehebatan beliau sebagai manusia ciptaan Tuhan....dan karena beliaulah, aku semakin butuh akan Islam karena beliaulah yang menyebarkan agama yang mulia ini. Sungguh perfeksionis dan banyak bakat yang dimiliki beliau...
Jadi, saya merasa aneh kalau ada orang menunggu waktu tua menghampirinya, baru ia mengenal Nabi Muhammad....Sangat disayangkan...andai semua pemuda meniru beliau, Aku yakin, Indonesia ini jadi macan Asia bahkan lebih!
Tak apalah mengidolakan yang lain, asal perlu kalian ketahui bahwa Rasulullah-lah yang sosok perfeksionisnya manusia dan mampu menjadi panutan bagi lainnya....

Budaya Memaafkan yang Keliru

Aku tidak sependapat bahkan menurutku itu hal yang sangat keliru. Apanya yang keliru?Ya, salah satu budaya Indonesia. Indonesia dikenal sebagai rakyat yang ramah dan pemaaf terlebih bila terlambat. Namun aku yakin hal itu budaya memaafkan yang seperti itu tidak akan berlaku bila dipraktekkan di dunia kerja yang formal. Dalam hal janji pun begitu. Bila sudah berjanji, kita kerap menggunakan kata 'In Sya Allah' tapi rata-rata pengkhianat. Aku kecewa sekali. Dia sudah menyebut nama Tuhan tapi berkhianat. Tampak sekali kalau dia tidak niat menepati janji yang sudah ditetapkan sejak awal. Namun, ada orang jepang yang tidak perlu ku sebutkan namanya justru itu letak 'manusia' kita sebagai manusia. Ya, budaya memaafkan memang baik terlebih itu sudah membudaya pada diri kita. Tapi maaf bila dilakukan berulang-ulang, apakah itu bisa untuk dimaafkan. Tak usah berbohong pada hati. Mulut kita memang bilang 'tidak apa-apa' tapi hati kita?Siapa yang tahu. Banyak yang tidak rela setelah diadakan diskusi di kampus. Jadi mengatakan 'maaf' begitu saja ku rasa itu bukanlah sikap yang bijak. Minta maaf sekali, lalu berjanji pada diri sendiri bahwa kita tidak akan mengulanginya lagi.
Dalam hal terlambat juga begitu. Selalu bilang, maaf maaf dan maaf bila terlambat. Dan alasannya klise. Memang, akhir-akhir ini menemukan pribadiku yang buruk. Aku benci diriku yang sekarang yang tidak seperti dulu yang disiplin dan sangat menghargai waktu. Dan atas terjadinya insiden dan kejaian-kejadian yang ku alami, aku sempat drop hingga aku tidak bisa menentukan hidupku hingga aku tidak bisa disiplin lagi. Dan tiba saatnya aku mendapat dosen yang disiplin, aku jadi bisa datang lebih awal walau awalnya ngedumel di dalam hati. Aku bisa merasakan rasanya jadi mereka yang tidak disiplin. Sekarang aku harus kembali menjadi disiplin lagi, menjadi diriku. Dan aku siap menerima risiko bila aku harus dihukum andai keterlambatan ku lakukan. Itu risiko. Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Dan seharusnya berterima kasih pada dosen itu bukan malah mencelanya. Karena didikannya yang cenderung pada kedisiplinannya. Jadi, ku rasa memaafkan karena terlambat ku rasa tidak bisa ditolerir bila terjadi dua kali. Kita harus latihan di negeri sendiri bila ingin mencicipi angin di negeri orang. Terserah orang bilang apa, nasib ada di tangan kita dan bukan di tangan mereka. Bila ingin menjadi pribadi yang baik, hargai waktu dan tempatkan kata 'maaf' pada tempat yang seharusnya.

Menggambar dan Mengarang

Iseng. Dosen belum datang. Hanya aku dan sang ketua kelas. Aku pun memanfaatkan spidol yang ada untuk mencoret papan tulis. Aku pun menggambar sesuka hatiku. Begitu teman-temanku semua masuk, mereka melarangku untuk menghapusnya. Ya sudah. Dosen pun masuk dan mulia mengajar. Saat beliau melihat papan tulis, beliau malah memujiku. Tapi bukan pujian yang akan ku bahas. Tapi kata-kata yang mengandung nesehat darinyalah akan ku bahas. Katanya orang yang jago menggambar, otak kanannya bagus. Dengan begitu, Ia akan mampu atau mudah di bidang bahasa. Aku termenung. Mungkin ini sebabnya. Aku merasa otakku lambat dalam menangkap, makanya banyak temanku yang kesal kalau aku tidak mengerti di salah satu pelajaran karena aku lama mengertinya, istilah di komputernya loadingnya lama. Tapi karena aku hobi menggambar, maka aku tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa. Aku belum mencari kebenarannya, tapi kalau ini memang benar, ini bisa menjadi metode yang bagus dalam belajar. Namun, tidak segampang itu juga aku bisa mempelajari bahasa seperti bahasa asing. Bahasa inggris misalnya. Percuma kalau kita jago rumusnya tapi kekurangan kosakata. Cara yang paling efektif untuk menambah kosakata adalah mengarang dan menulis dengan imajinasi. Bila kita berimajinasi, tentu akan muncul kata-kata yang tidak kita ketahui bahasa inggrisnya. Dulu aku suka menerjemahkan karanganku ke bahasa inggris, sehingga aku memiliki kosakata yang lebih banyak dari temanku. Aku pun tidak pernah mengikuti les atau kursus. Kuncinya hanya rajin. Tapi, memang awalnya aku otodidak belajar bahasa inggris. Tapi dalam sekolah, tentu tingkat kesulitan semakin tinggi kalau kita naik kelas. Dan aku sempat malas dan tidak suka bahasa inggris. Karena aku suka menulis, aku dapat menambah kosakata bahasa inggris.
Dengan demikian, metode menggambar dan mengarang sangat bagus dan efektif dalam meningkatkan mutu dan kualitas bahasa kita. Kalian boleh membuktikannya, tapi harap dilakukan dengan tekun ya.

Sok yang Positif

Bukan barang baru lagi kalau selain matematika, bahasa inggris juga menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian pelajar. Tapi, kalau ada kemauan, kenapa tidak???Dunia sudah serba bahasa inggris. Bahkan kita merasa asing di negeri sendiri. Menurutku, itu kurang baik juga, karena kita ini di Indonesia jadi gunakan bahasa Indonesia. Tapi sudah terlanjur. Efeknya,  kita harus mengerti bahasa inggris mau tidak mau.
Dari pengucapan, bahasa inggris itu memang menjelimet atau kata yang sedang tren, lebay. Apa yang ditulis tidak sesuai dengan apa yang dibaca. Tapi itulah hukum bahasanya. Untuk menguasai bahasa inggris, kita hanya perlu satu kunci, yaitu sok. Kenapa?karena itu yang ku dalami. Kita memang bukan orang amerika atau inggris. Tapi Bahasa inggris sudah harus menjadi bahasa wajib kita selain bahasa Indonesia. Jadi, kita harus sok bule. Ya, sok. Pasti orang yang melihat kita pasti akan bilang kita sok. Padahal niat kita tidak untuk sok. Tapi mungkin ini perlu. Dengan ilmu sok bule ini, kita akan casciscus hingga orang-orang yang meledek kita lama-lama akan belajar pada kita. Kita harus mampu mengubah mindset bahwa bahasa inggris itu tidak sulit. Hanya butuh kefokusan. Tidak hanya sok bule, tapi juga sok yang lain seperti sok jepang, sok prancis, dll. Karena kalau tidak, kita akan lupa dengan bahasa yang sudah kita kuasai, tiba-tiba lupa karena tidak dilatih terutama orang-orang yang tidak berkecimpung dengan orang asing atau pekerjaan yang mengharuskan berbahasa inggris. Kalau bukan dari kita, lalu darimana lagi?Tapi, perlu diingat. Bawalah diri agara tidak terbawa sombong bila kita sudah mahir. Segala yang kita punya hanyalah pinjaman Allah....

AKU PEREMPUAN!!!

Kemarin aku sempat ber-sms dengan salah satu anggota organisasi pecinta Indonesia (namanya rahasia ya...). Aku sengaja bertanya banyak padanya tentang organisasi yang ia jalankan. Organisasi pecinta Indonesia ini sungguh menarik dan benar-benar memajukan bangsa Indonesia. Namun, satu kendalaku. Aku tidak bisa berlama-lama dengan anak kecil. Ya, jujur aku dulu tidak suka anak kecil. Dan sekarang rasa tidak suka itu berkurang sejak aku bergaubung di organisasi Rohis yang penuh cinta. Mengapa harus anak kecil yang ku bicarakan?Ya, aku lupa. Karena sessungguhnya anak adalah aset bangsa ini. Tidak hanya pemuda dan pemudi, tapi yang lebih penting adalah seorang anak. Bila dari kecil dididik, pasti kelak anak itu akan membanggakan negeri ini. Itulah kendalaku. Makanya kemarin aku bertanya pada pengurus organisasi itu, apakah masuk organisasi itu harus suka anak kecil?Bodohnya aku, aku malah jujur tentang perasaan ku pada anak kecil. Ku rasa menyukai anak kecil bukanlah salah satu syaratnya. Tapi, tetap saja, anak adalah aset suatu bangsa dan negeri untuk menjadi maju. Namun dia baru membalas sms ku saat ku sms baru saja. Katanya, sudah hak masing-masing orang untuk suka atau tidak suka pada sesuatu. Aku sedikit kecewa pada diri sendiri. Aku perempuan. Pakaian akhwat. Tapi sama anak kecil takut. Takut di sini bukan karena takut apa, tapi takut aku kehilangan kesabaran. Aku benar-benar kecewa dengan diri sendiri. Sudah begitu, aku tomboy pula. Semua orang tidak akan pernah menyangka kalau ini adalah tomboy. Aku juga bingung dengan pakaianku. Padahal tujuanku berpakaian akhwat adalah aku ingin menjadi akhwat dan menjadi lebih baik. Entahlah, aku jadi ketergantungan bergaul dengan orang-orang saleh, jadi saat aku jauh dari mereka selepas lulus SMA, aku kembali menjadi tomboy.
       Sejak ber-sms dengan anggota organisasi pecinta Indonesia itu, aku benar-benar menyesali. Aku perempuan. Ya, AKU PEREMPUAN!!! Sudah sewajarnya perempuan menyukai anak kecil. Apalagi aku sangat mencintai negeri ini. Bagaimana aku bisa mengekspresikan rasa cinta pada negeri ini, sementara pada asetnya saja aku sudah enggan mendekati atau didekati. Astaghfirullahalazdiim...!!!!


Saluti PSY

Bebarapa hari yang lalu aku sempat membaca koran. Aku langsung tertarik dari judulnya. Tapi aku lupa judulnya. Yang jelas, intinya, PSY heran dengan orang Asia yang berlagak seperti orang Amerika. Aku sependapat dengan dia. Tentu kalian tahu kan PSY?Orang yang menemukan tarian Gangnam Style?
Ya. Aku salut dengan dia. Ia bilang kalau Ia heran dengan orang Asia yang seperti orang Amerika. Seakan-akan orang Asia itu tidak bengga dengan identitasnya sebagai orang Asia, termasuk Indonesia. Jangankan Amerika, semua budaya luar yang masuk ke sini, pasti langsung ditelan oleh kita, khususnya kalangan anak muda. Pantas saja, orang Jepang bisa meraih kesuksesannya. Kuncinya apa?karena Ia bangga menjadi diri sendiri dan mampu merangkul budayanya walau sudah dikenal dunia. Sementara kita?Bagaimana kita merangkul, sementara budaya luar saja kita dewa-dewakan. Aku hanya sinis dengan keadaan seperti ini.Untuk apa kita membanggakan milik orang lain, sementara kita memiliki yang lebih bagus dari mereka???
Aku benar-benar sependapat dengan PSY yang bangga sebagai orang Korea Selatan. Justru orang mampu menunjukkan siapa dirinya lah yang bisa membawa dirinya ke gerbang pintu kesuksesan. Mungkin saya pernah mengatakan ini sebelumnya,'Boleh kita menyukai budaya lain atau negara lain, tapi tetap, tanah air adalah nomor satu!'
Jadi, untuk apa jadi orang lain?Jadilah diri sendiri!

Ucapan Ryosuke

 Aku terharu mendengar ucapan Ryosuke. Sejujurnya, kalau mengingat masa lalu antara Jepang dan Indonesia, aku masih sakit hati. Tapi setelah membaca sebuah pernyataan darinya, aku benar-benar terharu. Berikut ungkapan-ungkapannya:

Tahun ini, aku berumur 18 tahun. 18 tahun adalah usia kau akan diikutsertakan jika ada perang diluar sana.

Berbicara tentang perang, tahun ini adalah tahun ke-66 sejak berakhirnya perang dunia kedua. Aku sangat bersyukur lahir di era heise

i, disaat tidak ada perang lagi.

Kami ingin kita dan semua orang menjaga kedamaian. Demi menyampaikan pesan ini, kami berdiri di panggung ini. Mulai dari sekarang, Aku ingin membuat semua orang tersenyum.

-Yamada Ryosuke 2011
-Translation: Amel Chan - HSJLounge



Setelah membaca ini, aku berharap hubungan Indonesia dan Jepang akan terus baik-baik saja, bersahabat sampai kapan pun. Saling Membantu secara simbiosis mutualisme.Tidak hanya dengan Jepang, tapi juga Indonesia bisa bersahabat dan menjaga perdamaian dengan negara lain tanpa ada peperangan lagi...semoga...
Namun tentang bagaimana ujung kehidupan ini, hanya Allah Yang Maha Mengetahui...
Bagi yang mengerti maksudku, tentulah kita tahu pasti setiap permulaan pasti akan ada sebuah akhir...Akhir yang Akbar...
Tapi rasanya tidak nyambung saya maksukkan hal itu ke dalam postingan ini. Karena jelas, temanya adalah perdamaian...terutama antara Indonesia dan Jepang...Hehehe...

Sumpah Pemuda gitu loh!

Aku senang, teman-teman ku banyak yang ingat kalau sekarang adalah Hari Sumpah Pemuda. Bagi ku, Hari Sumpah Pemuda adalah Hari nya anak muda. Pada hari itu, kita harus ingat bahwa seluruh pemuda yang mewakili daerahnya mengucapkan Sumpah. Dulu, Kita semua bersatu, dan benar-benar cinta negeri. Sungguh berbanding terbalik dengan sekarang, yang benar-benar sangat jauh. Banyak anak-anak muda zaman sekarang yang lalai hingga mereka lupa bahwa mereka adalah para pemimpin negeri ini. Betapa tidak?Dari kecil saja, sudah disuguhi video porno, game berbau kekerasan, mencoba-coba narkoba, seks bebas, dll. Anak-anak muda kini kebanyakan sudah rusak! Mereka hanya mengisi masa muda mereka untuk berfoya-foya dan meniru budaya luar. Jelas kita adalah orang timur. Kita tidak bisa menelan bulat-bulat budaya dari luar. Orang luar mungkin terlihat keren, tapi kalau tidak cocok dengan budaya kita untuk apa ditiru? Kebanyakan kita lebih bangga budaya luar ketimbang budaya sendiri. Namun, bila budaya sendiri diklaim orang luar, kita sudah mengamuk-ngamuk hingga dendam kesumat dengan negara yang sering mengklaim budaya kita. Seharusnya kita sadar, kenapa mereka mengklaim, karena kita lalai dan tidak mengacuhkan budaya sendiri. Kalau dilihat, sepertinya negeri kita akan bersatu bila diserang budaya luar. Tapi, bukankah dalam keadaan aman pun, kita juga bisa bersatu???
Belum lagi, bahasa-bahasa alay yang sering dituturkan kebanyakan remaja, sungguh merusak tatanan bahasa Indonesia yang baik. Gunakanlah bahasa yang baik benar, tidaklah baik dipleset-plesetkan.
Mengingat Hari Sumpah Pemuda sekarang, Seharusnya kita sebagai pemuda atau anak muda saling intropeksi diri, apa yang pernah kita berikan/perbuat pada negeri tercinta???Jangan hanya mengucap "Selamat Hari sumpah Pemuda" saja. Karena tindakan jauh lebih baik daripada bicara. Lebih baik bekerja daripada banyak berbicara, bukan?

Pengalaman Di Unpad

Sewaktu aku bermalam di Padjadjaran, aku sekamar dengan dua sekolah dari daerah yang berbeda. Karena waktu itu aku diutus oleh sekolah untuk mengikuti lomba kanji. Aku bertemu dengan salah seorang sensei dari Sumatera Utara. Malam itu, aku makan bersama mereka. Aku melihat Sensei itu bercerita pada murid-muridnya tentang pacaran. Sensei ini kurang setuju dengan pacaran. Padahal dia noni. Sensei ini lebih suka apabila kita menjadikan seseorang sebagai motivasi kita untuk hal yang positif. Tapi kalau sudah pacaran, itu sudah lain cerita katanya. Aku hanya diam mendengar obrolan mereka. Didengar dari pembicaraannya, pacaran itu seakan petaka bagi perempuan. Kita tidak tahu apakah perempuan itu masih 'virgin' atau tidak setelah pacaran. Walau mungkin belakangan ini, ada orang pacaran yang tidak bersentuhan, tapi tetap saja, hal itu masih pro-kontra. Lagi pula, dalam Islam tidak ada istilah pacaran. Biar bagaimana pun, pacaran adalah tindakan mendekati zinah. Zinah itu tidak berarti 'bersentuhan' saja, tapi juga ada zinah mata, zinah hati dan zinah pikiran. Karena orang yang kita sukai itu bukan mahram kita. Namun, untuk dalam hal mencintai, itu hal wajar. Justru itu merupakan fitrah. Tapi apabila perasaan itu tidak terkontrol, tentu akan bahaya. Bukankah segala yang berlebihan itu tidak baik?

Mirisnya pengemar SuJu

Aku mengaku aku tidak suka ke-korea-koreaan. Tapi aku tidak bisa menunjuk bahwa artis korea adalah salah. Sah, sah saja jika mereka ingin berkreasi. Tapi aku tidak suka dengan penggemar fanatiknya. Hal itu miris sekali. Aku melihat berita di TV, penggemarnya menangis-nangis tidak menemui idola mereka. Ada dari mereka sudah dari menunggu dari kemarin sebelum kedatangan Super Junior itu. Namun, pada akhirnya mereka tidak bisa menemui idola mereka. Kejadian ini juga terjadi ketika Justin Bieber ke sini. Semua menangis. 'Marrie me!' begitu tulisan di karton yang mereka tunjukkan. Ya Allah, miris sekali. Memangnya mereka siapa????
Saudarakah?Keluarga juga bukan kan?
Aku malu sekali sebagai orang Indonesia. Malu. Sangat Malu. Kami semua mayoritas muslim. Mirisnya lagi, tiket SuJu terjual habis di saat kita kesulitan BBM. Hah??????
Sejujurnya, aku juga memiliki boyband yang ku suka. Tapi aku tidak mau menyebutnya boyband. di pikiranku, boyband itu identik dengan oplas. Mungkin sebut saja yang ku suka itu adalah Hey!Say!JUMP, wajah meraka asli.
Ya, aku suka dengan Hey!Say!JUMP. Tapi aku tidak mau menjadi penggemar fanatik. Mereka hanya entertainer. Sekalipun mereka akan konser di Indonesia, aku akan berpikir dua kali mengikuti konsernya. Aku takut mubazir waktu. Aku juga takut tidak bisa mengedip ketika melihat mereka. Jadi mereka hanyalah 'pemanis' buatku. Bagiku, hanya Sang Kekasih yang patut di idolakan. Boleh saja kita mengidolakan entertainer. Tapi sampai sefanataik itu, itu sudah kelewatan. Belum tentu mereka bisa membawa kita ke surga-Nya. Ingat, kita hidup tidak hanya di dunia. Kehidupan abadi kita adalah di Akhirat. Untuk itu, carilah idola yang mempu memotivasimu!

JUMPER (TakeJUMPER)

Jangan berpikir kalau jumper yang kalian maksud adalah tukang melompat, ya walaupun sebenarnya aku merasa aneh dengan julukan ini pada awalnya.
Ya, JUMPER yang ku maksud di sini adalah sebutan bagi penggemar Hey! Say! JUMP, yaitu salah satu ido group yang ada di negeri samurai. Mengapa aku mengambil topik ini untuk posting blogku kali ini?
Baiklah, di sini aku akan menceritakan tentang idol group ini, juga dampak mengidolakannya.

Dulu, aku tidak mengaku kalau aku ini bukan penggemar dari artis mana pun. Karena semua hanyalah dunia hiburan. Namun Aku hanya akan mengidolakan seseorang kalau aku merasakan dampak positif dari siapa yang ku idolakan.
Sebelum aku kira kalau Hey! Say! JUMP ini adalah boyband, aku sangat tidak menyukai boyband, apalagi girlband. Sebab dalam pikiranku, boyband itu identik dengan tariannya yang kata guruku kayak cacing kepanasan (maaf ya), lagunya cinta-cintaan, tebar pesona dan pada awalnya jadi penyanyi, suaranya tidak begitu bagus. Terlebih girlband! Aduh, pikiranku mengatakan kalau girlband itu identik dengan paha, betis, bahenol (maaf ya), pakaiannya ketat walau pakaiannya panjang, lagunya lenje dan umumnya temanya cinta-cintaan juga. Aduh, apa yang perlu di contoh ya dari idola yang seperti itu?Sudah begitu, ada yang pake operasi plastik segala...(contoh yang buruk, hm)...

Aku sendiri awalnya agak sinis dengan Hey! Say! JUMP. Mendengarnya saja, ingin ketawa. Namanya lucu sih...   Hey! Say! JUMP (Hey! Katakan! Lompat), ya pikiran awam ku dulu bilang kalau Hey! Say! JUMP itu Hey! Katakan! LOMPAT, aneh banget namanya...he..(maaf ya..)
Terlebih, mendengar 'Chinen'?Hm...chinen ya...apakah dia orang china?(wkwkwkwk)maaf ya...
Namanya aneh sih...
Bukannya apa ya...masalahnya dulu waktu aku dan adikku masih SMP, sepulang sekolah adikku selalu bercerita tentang temannya yang mengidolakan Chinen. Sampai mengaku kalau Chinen itu pacarnya! Ya, aku sinis lah...mengidolakan yang seperti kan tidak baik...sepertinya terlalu berharap....(maaf lagi ya...)

Setelah waktu berlalu, aku melupakan begitu saja apa itu Chinen maupun Hey! Say! JUMP. Aku baru 'bertemu' mereka lagi ketikia aku SMA. Ketika aku sedang mencari info mengenai Sato Takeru, salah satu aktor Jepang. Terpikirkah kalian mengapa aku mencari Sato Takeru?
Semua berawal ketika aku iseng-iseng mencari tentang Kenshin di Pak Google. Eh, ada wajah KenSatoh-panggilan Sato Takeru. Lalu ku telusuri. Ternyata, Manga kesayanganku-Rurouni Kenshin akan di buat live action nya.  Aku senang sekali. Lalu ku telusuri siapa Sato Takeru. Apakah dia pantas untuk memerankan Kenshin?Ternyata Watsuki-Sensei memilihnya. Aku percaya dengan pilihan Watsuki-Sensei!  ^_^

Nah, dalam penelusuranku mengenai Sato Takeru di Youtube, aku melihat klip video Hey! Say! JUMP. Aku sama sekali tidak ingat kalau aku pernah mendengar nama itu. Ketika ku tonton, aku langsung jatuh cinta. Betapa tidak? Videonya bagus sekali. Penuh teknologi! Waktu itu video yang ku tonton itu video dari lagu 'Arigatou sekali ni doko itemo'. Aku yang gila teknologi terutama teknologi informasi, langsung menyukainya. Lalu ku telusuri siapa itu Hey! Say! JUMP. Wew, ada sepuluh orang....Ketika lihat nama-namanya, hm...namanya aneh-aneh...pikirku bilang, buat apa di hafalin, mending masuk UN ! he..
Tapi, karena lagu-lagu mereka yang enak, ditambah tema-temanya yang banyak bertemakan 'semangat', aku jadi menyukai Hey! Say! JUMP. Namun, waktu aku belum mengaku sebagai JUMPER. Karena aku hanya suka lagunya saja. Namun, ku telusuri lagi, ternyata personelnya menyenangkan juga kelihatannya.

Akhirnya Aku mengaku bahwa aku JUMPER walau telat. Banyak hal yang ku sukai dari idol group ini. Wajahnya yang asli alias tidak operasi plastik, lagunya yang menyemangat, suara-suara mereka yang sangat merdu dan asal mereka yang dari Jepang yang moto hidupnya semangat. Namun selain sebagai Jumper, aku juga Takelicious-penggemar Sato Takeru. Karena dari aku merasakan dampak positif dalam diriku setelah aku mengidolakannya.
Apalagi Hey! Say! JUMP, mereka bener-benar menyemangatiku tanpa mereka sadari. Itulah sebabnya kenapa aku mengidolakan mereka. Kalau mereka tidak memberi dampak positif bagiku, lebih baik tidak usah aku idolakan. Buat dijadikan idola kalau tidak berdampak baik bagi kita?

Dan masalah ketampanan, bukanlah prioritasku dalam mengidolakan seseorang. Karena yang namanya tampan itu hanya sementara. Kita tidak tahu bagaimana wajah kita di akhirat nanti. Apakah akan sama seperti di dunia?Lagipula, Allah tidak melihat seseorang dari kecantikan dan ketampanan seseorang.
Terkadang aku miris dengan penggemar mereka(penggemar laki-laki bagi remaja putri). Mereka hanya melihat dari segi ketampanan saja. Memangnya kalau sudah tampan, mau di apakan lagi?Mau dia tampan atau tidak, tidak memberi pengaruh apa-apa bagi kita. Kita hanya perlu contoh yang baik dari yang kita idolakan. Mungkin itulah salah satu sebab mengapa aku tidak suka boyband ataupun girlband. Karena penggemar mereka yang  jelalatan dan terlalu berlebihan dalam mengidola.

Sang Kekasih sendiri tidak mau diidolakan. Bukankan hanya beliau yang menjadi idola utama kita?

Bingung

Aduh...
Para Blogwalker...maaf ya...
Bulan ini bulan yang panas bagiku...
Aku tidak mempunyai topik baru untuk bulan ini. Sebenarnya ada. Tapi berhubung aku memiliki masalah diri, aku jadi tidak konsentrasi...
Banyak hal yang terjadi bulan yang seharusnya istimewa ini, karena ini bulan lahirku...
Tapi, untuk pertama kalinya, ini adalah bulan yang buruk bagiku...
Tiada henti aku menangis di bulan ini...
Tapi ku rasa blog ini bukan untuk sesi curhat...

Tapi aku sangat berharap pada kalian agar masalah yang ku alami cepat padam. Apalagi aku akan menghadapi UN, aku harus konsentrasi. Walau kadang masalah itu masih membayangiku ketika sedang ujian.
Aku mohon dengan sangat, doakan ya agar aku LULUS..amin...
Dan doakan agar selepas lulus nanti aku mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatku untuk ku gunakan uangnya untuk kuliah...amin...
Mohon Doa Restunya ya...

Wanita Unik

Waktu itu aku dan Ibuku pergi berobat dengan angkot. Biasanya, kalau aku lagi diam, aku berarti sedang berfikir atau memandangi sekeliling. Aku memandang ibuku dengan jilbab yang dipakainya. Lalu ku pandang wanita yang tidak berjilbab. Aku jadi senyum sendiri. Membayangi umat lain yang tidak berjilbab. Hanya Islam saja yang mewajibkan demikian pada kaum hawa nya. Tiba-tiba aku bicara, "Bu, Islam unik ya."
"Unik kenapa?"
"Yang lain gak berjilbab, kita malah berjilbab."
Barulah Ibuku menjelaskan. Hm...merasa bangga deh...
Dulu saja aku sempat bingung, kenapa wanita harus berjilbab. Namun kini aku sudah mengerti. Bukankah kecantikan kita hanya boleh diperlihatkan pada orang-orang yang kita cintai seperti suami???
Jilbab?
Memang Unik ya....tapi memang itulah yang diperintahkan Tuhan agar kita selamat. Subhanallah...

Tidak Pacaran = Belum Pernah Suka??


Tadi aku belajar di sekolah (ya iyalah!)
Nah, Pak Guru bilang kalau kita jangan memvonis teman kita yang pacaran karena setiap manusia pasti tidak luput dari dosa...
Yah...memang sih...
Tapi, ujung-ujungnya beliau bicara yang tidak enak.
Katanya, kalau pun ada orang yang menentang kegiatan pacaran itu berarti dia belum pernah suka sama orang. He...tentu aku menentang hal itu di dalam hati. Kan bisa saja ada orang yang pernah suka, tapi ia berprinsip untuk tidak pacaran. Semisal, aku deh...
Bukannya sok suci dan sok sempurna. Tapi sejak SMP, aku sudah berprinsip demikian. Melihat tema-teman SMP yang tidak luput dari air mata karena masalah cinta. Terlebih menurutku, pacaran itu suatu kegiatan yang mubazir alias buang-buang waktu. Tapi sih, itu hak kalian kalau kalian tidak seperndapat dengan juga tidak apa-apa. Ini kan negara demokrasi, jadi boleh saja berpendapat lain.
Kalau menurut kalian, pacaran itu perlu, ya sudah...
Aku hanya ingin mengisi waktu ku dengan hobiku yang lumayan banyak.

Tapi, ngomong-ngomong saya jadi curhat ya di sisni...???
Yah...sekalian curhat juga deh...
^_^V

Status WNI

Tidak tahu kenapa, aku begitu sangat senang dengan statusku sebagai WNI. Seharusnya dari dulu aku posting ini. Tapi, baru kali ini aku bisa menyempatkan diri. Aku punya KTP!!!
Dan di usiaku yang ke 17 tahun ini, aku merasa ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Aku merasa Allah lebih pengertian padaku!
Pokoknya aku senang bisa menjadi WNI. Indonesia itu menurutku adalah negara yang wah...
Dan Indonesia itu zamrud yang dicari di seluruh dunia. Pokoknya....Indonesia keren, deh!!!
Hidup Indonesia!

About Me

Foto Saya
Andeke Parsi
Lihat profil lengkapku