80% Lingkungan sangat mempengaruhi kita dan 60% pengalaman sangat membantu kita. Itu artinya kita harus melakukan tindakan yang nyata atau praktek untuk meningkatkan kemampuan kita. Dan bila belum terbiasa, maka lakukan 40 hari berturut-turut. Awal merupakan sulit. Namun kita bisa karena terbiasa...
Ganbatte!
Luruskan orientasimu!
Saling mengingatlah sesama teman
Satukan mimpi kita! Yosh!
Tampilkan postingan dengan label Else Country. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Else Country. Tampilkan semua postingan

Ramadan Kini

Bulan ini tidak ada yang bisa ku bicarakan selain gambar-gambar ini yang berbicara.



KIAMAT BATAL!!!

Judul yang lucu ya?
Kesannya Tuhan itu plin plan. Padahal kita tahu sendiri kalau kiamat itu urusan Tuhan. Segala hal yang ada di dunia ini sudah diperhitungkan-Nya. Seperti jarak orbit satu planet ke planet lainnya yang tidak pernah berbenturan sampai sekarang. Apakah kalian terpikirkan hal itu?
Tuhan itu tidak lalai terhadap apa yang Dia kerjakan. Dia Maha Teliti. Tuhan juga tidak pernah plin plan. Kun Fayakun!
Apakah terpikir oleh kalian bila Tuhan saja plin plan, bagaimana dengan umat-Nya???
Tuhan itu Maha Mengetahui. Dia mengetahui apa yang ia ketahui namun tidak diketahui manusia. Namun Tuhan selalu ada untuk kita. Tidaklah baik bila kita mengada-ada tentang hari kiamat. Tapi kita harus mempercayai akan adanya hari akhir itu. kapan waktunya, itu rahasia Tuhan. Tidaklah baik bila kita asal percaya pada sesuatu yang tidak jelas kebenaran seperti kiamat. Kita itu punya pegangan dan pedoman, maka pegang itu!

Saluti PSY

Bebarapa hari yang lalu aku sempat membaca koran. Aku langsung tertarik dari judulnya. Tapi aku lupa judulnya. Yang jelas, intinya, PSY heran dengan orang Asia yang berlagak seperti orang Amerika. Aku sependapat dengan dia. Tentu kalian tahu kan PSY?Orang yang menemukan tarian Gangnam Style?
Ya. Aku salut dengan dia. Ia bilang kalau Ia heran dengan orang Asia yang seperti orang Amerika. Seakan-akan orang Asia itu tidak bengga dengan identitasnya sebagai orang Asia, termasuk Indonesia. Jangankan Amerika, semua budaya luar yang masuk ke sini, pasti langsung ditelan oleh kita, khususnya kalangan anak muda. Pantas saja, orang Jepang bisa meraih kesuksesannya. Kuncinya apa?karena Ia bangga menjadi diri sendiri dan mampu merangkul budayanya walau sudah dikenal dunia. Sementara kita?Bagaimana kita merangkul, sementara budaya luar saja kita dewa-dewakan. Aku hanya sinis dengan keadaan seperti ini.Untuk apa kita membanggakan milik orang lain, sementara kita memiliki yang lebih bagus dari mereka???
Aku benar-benar sependapat dengan PSY yang bangga sebagai orang Korea Selatan. Justru orang mampu menunjukkan siapa dirinya lah yang bisa membawa dirinya ke gerbang pintu kesuksesan. Mungkin saya pernah mengatakan ini sebelumnya,'Boleh kita menyukai budaya lain atau negara lain, tapi tetap, tanah air adalah nomor satu!'
Jadi, untuk apa jadi orang lain?Jadilah diri sendiri!

Mirisnya pengemar SuJu

Aku mengaku aku tidak suka ke-korea-koreaan. Tapi aku tidak bisa menunjuk bahwa artis korea adalah salah. Sah, sah saja jika mereka ingin berkreasi. Tapi aku tidak suka dengan penggemar fanatiknya. Hal itu miris sekali. Aku melihat berita di TV, penggemarnya menangis-nangis tidak menemui idola mereka. Ada dari mereka sudah dari menunggu dari kemarin sebelum kedatangan Super Junior itu. Namun, pada akhirnya mereka tidak bisa menemui idola mereka. Kejadian ini juga terjadi ketika Justin Bieber ke sini. Semua menangis. 'Marrie me!' begitu tulisan di karton yang mereka tunjukkan. Ya Allah, miris sekali. Memangnya mereka siapa????
Saudarakah?Keluarga juga bukan kan?
Aku malu sekali sebagai orang Indonesia. Malu. Sangat Malu. Kami semua mayoritas muslim. Mirisnya lagi, tiket SuJu terjual habis di saat kita kesulitan BBM. Hah??????
Sejujurnya, aku juga memiliki boyband yang ku suka. Tapi aku tidak mau menyebutnya boyband. di pikiranku, boyband itu identik dengan oplas. Mungkin sebut saja yang ku suka itu adalah Hey!Say!JUMP, wajah meraka asli.
Ya, aku suka dengan Hey!Say!JUMP. Tapi aku tidak mau menjadi penggemar fanatik. Mereka hanya entertainer. Sekalipun mereka akan konser di Indonesia, aku akan berpikir dua kali mengikuti konsernya. Aku takut mubazir waktu. Aku juga takut tidak bisa mengedip ketika melihat mereka. Jadi mereka hanyalah 'pemanis' buatku. Bagiku, hanya Sang Kekasih yang patut di idolakan. Boleh saja kita mengidolakan entertainer. Tapi sampai sefanataik itu, itu sudah kelewatan. Belum tentu mereka bisa membawa kita ke surga-Nya. Ingat, kita hidup tidak hanya di dunia. Kehidupan abadi kita adalah di Akhirat. Untuk itu, carilah idola yang mempu memotivasimu!

Saluti Jepang

Entah mengapa hingga saat ini aku masih terpesona dengan negeri samurai. Buakn karena aku Jepang Lovers. Dan aku memang bukan Jepang Lovers. Hanya saja, aku sangat mengaguminya. Karena menurutku dia sangat mencinati negeri dan kebudayaannya. Jauh beda dengan negeriku sendiri yang kebarat-baratan tapi lupa sama kulitnya.
Jepang itu tergolong negara yang maju, namun ia tidak menghilangkan aroma kebudayaannya walau sudah kebarat-baratan.
Ingin rasanya aku menginjak kaki ke sana ingin melihat dan bertemu orang-orangnya sambil melihat langsung apa yang ku nilai sebenarnya.
Mungkin, saya sangat mengagumi negeri sakura itu. Tapi kalau memilih, aku tetap memilih Indonesia. Karena sejak aku mengetahui sejerah Tanah Air, jiwa kecintaanku pada negeri sendiri terasa membeludak. Namun aku bingung bagaimana mengekspresikannya. Aku hanya bisa mengekspresikannya dengan karya dan ketekunan dalam belajar, karena aku pelajar. Bahkan ingin rasanya ku tunjukkan pada dunia, iniah Indonesia. Aku berharap aku bisa seperti Jepang yang sukses tapi tidak lupa dengan kulitnya. Karena kebarat-baratan pula, terlalu jelek. Karena tidak semua yang dari barat itu cocok sama kita. Kita itu orang timur, tiru aja yang positifnya. Jangan mentang-mentang di barat mayoritas adalah negara maju, kita malah mengikuti pola hidupnya juga, ok!

About Me

Foto Saya
Andeke Parsi
Lihat profil lengkapku