Mungkin ini menjadi posting yang kontroversial....
Bagi yang mengetahui arti judul potingannya ini, tentu bulu kuduk langsung merinding...
Tapi, dua kata di atas masih banyak yang belum mengetahuinya. Entah mengapa...Mungkin karena ini aib....
Tadi aku baru saja meminjam buku bertema Jepang dengan buku yang mungkin kontroversial. Menurut buku yang berjudul Momoye itu, Jugun Ianfu adalah budak seks untuk para militer Jepang. Baik buruknya Jepang harus ku ketahui. Mungkin karena aku JapanLover. Banyak yang harus kita tiru dari Jepang. Tapi, jangan pernah lupa tentang masa lalu kita dengan mereka. Pemerintah Jepang hanya meminta maaf tapi tidak secara khusus. Ia belum bertanggung jawab. Jangankan Pemerintah Jepang, Pemerintah kita sendiri acuh tak acuh dengan nasib Jugun Ianfu kita. Sementara Filipina sudah melakukan yang terbaik untuk Jugun Ianfu nya. Karena memang, mereka korban. Tiada yang mau menjadi budak seks, terlebih di masa yang masih sangat belia. Parahnya lagi, walaupun sekarang Indonesia sudah merdeka, para Jugun Ianfu seakan masih tersiksa karena atas apa dialaminya dan ditambah masayarakat kita yang mengucilkannya bahkan tidak menerima kehadirannya di tengah-tengah masyarakat karena katanya mereka bekas pelacur. Sangat mengenaskan!
Memang, aku baru setengah membaca buku "Momoye". Tapi ada suatu kalimat yang membuatku menyimpulkan ternyata pemerintah Jepang menyembunyikan atas adanya Jugun Ianfu, sehingga banyak golongan muda yang tidak mengetahuinya. Indonesia pun demikian, seakan menutup rapat-rapat tragedi yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dari sejarah ini, seharusnya kita belajar dan sangat tidak patut para Jugun Ianfu kita dikucilkan. Mereka tidak pernah mau menjadi pelacur, akan tetapi....cobalah bayangkan andai kita berada di posisi mereka...di zaman yang sangat tertekan....BAYANGKAN!!!
Namun, jangan sekali-kali melakukan anti atau benci. Karena itu hanya menimbulkan penyakit hati. Balasa dendam pun tidak ada gunanya, Agama pun melarang. Damai itu jauh lebih Indah... Tapi jangan pernah kita melupakan sejarah. Tugas kita hanya melindungi para Jugun Ianfu. BUKAN MENGUCILKAN!!!
MEREKA SAUDARA KITA!!!
80% Lingkungan sangat mempengaruhi kita dan 60% pengalaman sangat membantu kita. Itu artinya kita harus melakukan tindakan yang nyata atau praktek untuk meningkatkan kemampuan kita. Dan bila belum terbiasa, maka lakukan 40 hari berturut-turut. Awal merupakan sulit. Namun kita bisa karena terbiasa...
Ganbatte!
Luruskan orientasimu!
Saling mengingatlah sesama teman
Satukan mimpi kita! Yosh!
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Seni???
Posted by Andeke Parsi at 14.51 Labels: Environment, Tokoh
Mungkin sudah tidak asing lagi kalau berpakaian mini atau telanjang merupakan karya seni. Apakah ini frontal?Ya, sangat frontal. Betapa tidak?Saya heran. Seni darimana?itu jelas menggambarkan seseorang yang tidak mengenal budaya malu sama sekali terlebih budaya Indonesia. Memang, budaya malu Indonesia memang sedikit demi sedikit sudah terkikis. Malah ada yang kalau berpakaian yang terlalu tertutup dibilangnya kampungan dan tidak mengenal mode. Apakah ini karena perkembangan zaman?Kita memang mau tidak mau akan mengikuti zaman bahkan harus mengikuti zaman. Tapi apakah kita harus meninggalkan perintah agama? Hal ini saya ungkapkan karena tadi pagi saya baru membaca koran tentang salah satu artis. Ia berpendapat kalau berpakaian mini atau telanjang adalah seni dan masalah porno tidaknya, itu tergantung pandangan orang masing-masing. Heh! dia Muslim loh. Di zaman apa pun kita, syariah masih berlaku. Ok, kita tidak akan membicarakan agama. Sekarang begini saja, pemerkosaan terjadi karena apa?Rata-rata karena perempuannya sendiri yang tidak menjaga diri mereka sendiri dengan tidak menutup aurat mereka. Akankah kita memamerkan 'perhiasan' kita di depan umum???Apakah ada maling yang diam saja kalau ada wanita yang memakai perhiasan banyak seperti toko berjalan???Sekarang, kalian berpikir baik-baik. Bicara soal seni, saya juga seniman. Dan saya tidak mendukung bila berpakaian mini hingga telanjang merupakan sebuah seni. Semua sudah jelas. Seni darimana???
Saluti PSY
Posted by Andeke Parsi at 17.36 Labels: Else Country, Me, Tokoh
Bebarapa hari yang lalu aku sempat membaca koran. Aku langsung tertarik dari judulnya. Tapi aku lupa judulnya. Yang jelas, intinya, PSY heran dengan orang Asia yang berlagak seperti orang Amerika. Aku sependapat dengan dia. Tentu kalian tahu kan PSY?Orang yang menemukan tarian Gangnam Style?
Ya. Aku salut dengan dia. Ia bilang kalau Ia heran dengan orang Asia yang seperti orang Amerika. Seakan-akan orang Asia itu tidak bengga dengan identitasnya sebagai orang Asia, termasuk Indonesia. Jangankan Amerika, semua budaya luar yang masuk ke sini, pasti langsung ditelan oleh kita, khususnya kalangan anak muda. Pantas saja, orang Jepang bisa meraih kesuksesannya. Kuncinya apa?karena Ia bangga menjadi diri sendiri dan mampu merangkul budayanya walau sudah dikenal dunia. Sementara kita?Bagaimana kita merangkul, sementara budaya luar saja kita dewa-dewakan. Aku hanya sinis dengan keadaan seperti ini.Untuk apa kita membanggakan milik orang lain, sementara kita memiliki yang lebih bagus dari mereka???
Aku benar-benar sependapat dengan PSY yang bangga sebagai orang Korea Selatan. Justru orang mampu menunjukkan siapa dirinya lah yang bisa membawa dirinya ke gerbang pintu kesuksesan. Mungkin saya pernah mengatakan ini sebelumnya,'Boleh kita menyukai budaya lain atau negara lain, tapi tetap, tanah air adalah nomor satu!'
Jadi, untuk apa jadi orang lain?Jadilah diri sendiri!
Ya. Aku salut dengan dia. Ia bilang kalau Ia heran dengan orang Asia yang seperti orang Amerika. Seakan-akan orang Asia itu tidak bengga dengan identitasnya sebagai orang Asia, termasuk Indonesia. Jangankan Amerika, semua budaya luar yang masuk ke sini, pasti langsung ditelan oleh kita, khususnya kalangan anak muda. Pantas saja, orang Jepang bisa meraih kesuksesannya. Kuncinya apa?karena Ia bangga menjadi diri sendiri dan mampu merangkul budayanya walau sudah dikenal dunia. Sementara kita?Bagaimana kita merangkul, sementara budaya luar saja kita dewa-dewakan. Aku hanya sinis dengan keadaan seperti ini.Untuk apa kita membanggakan milik orang lain, sementara kita memiliki yang lebih bagus dari mereka???
Aku benar-benar sependapat dengan PSY yang bangga sebagai orang Korea Selatan. Justru orang mampu menunjukkan siapa dirinya lah yang bisa membawa dirinya ke gerbang pintu kesuksesan. Mungkin saya pernah mengatakan ini sebelumnya,'Boleh kita menyukai budaya lain atau negara lain, tapi tetap, tanah air adalah nomor satu!'
Jadi, untuk apa jadi orang lain?Jadilah diri sendiri!
Ucapan Ryosuke
Posted by Andeke Parsi at 17.05 Labels: Me, Tokoh
Aku terharu mendengar ucapan Ryosuke. Sejujurnya, kalau mengingat masa lalu antara Jepang dan Indonesia, aku masih sakit hati. Tapi setelah membaca sebuah pernyataan darinya, aku benar-benar terharu. Berikut ungkapan-ungkapannya:
Tahun ini, aku berumur 18 tahun. 18 tahun adalah usia kau akan diikutsertakan jika ada perang diluar sana.
Berbicara tentang perang, tahun ini adalah tahun ke-66 sejak berakhirnya perang dunia kedua. Aku sangat bersyukur lahir di era heise
Setelah membaca ini, aku berharap hubungan Indonesia dan Jepang akan terus baik-baik saja, bersahabat sampai kapan pun. Saling Membantu secara simbiosis mutualisme.Tidak hanya dengan Jepang, tapi juga Indonesia bisa bersahabat dan menjaga perdamaian dengan negara lain tanpa ada peperangan lagi...semoga...
Namun tentang bagaimana ujung kehidupan ini, hanya Allah Yang Maha Mengetahui...
Bagi yang mengerti maksudku, tentulah kita tahu pasti setiap permulaan pasti akan ada sebuah akhir...Akhir yang Akbar...
Tapi rasanya tidak nyambung saya maksukkan hal itu ke dalam postingan ini. Karena jelas, temanya adalah perdamaian...terutama antara Indonesia dan Jepang...Hehehe...
Tahun ini, aku berumur 18 tahun. 18 tahun adalah usia kau akan diikutsertakan jika ada perang diluar sana.
Berbicara tentang perang, tahun ini adalah tahun ke-66 sejak berakhirnya perang dunia kedua. Aku sangat bersyukur lahir di era heise
i, disaat tidak ada perang lagi.
Kami ingin kita dan semua orang menjaga kedamaian. Demi menyampaikan pesan ini, kami berdiri di panggung ini. Mulai dari sekarang, Aku ingin membuat semua orang tersenyum.
-Yamada Ryosuke 2011
-Translation: Amel Chan - HSJLounge
Kami ingin kita dan semua orang menjaga kedamaian. Demi menyampaikan pesan ini, kami berdiri di panggung ini. Mulai dari sekarang, Aku ingin membuat semua orang tersenyum.
-Yamada Ryosuke 2011
-Translation: Amel Chan - HSJLounge
Setelah membaca ini, aku berharap hubungan Indonesia dan Jepang akan terus baik-baik saja, bersahabat sampai kapan pun. Saling Membantu secara simbiosis mutualisme.Tidak hanya dengan Jepang, tapi juga Indonesia bisa bersahabat dan menjaga perdamaian dengan negara lain tanpa ada peperangan lagi...semoga...
Namun tentang bagaimana ujung kehidupan ini, hanya Allah Yang Maha Mengetahui...
Bagi yang mengerti maksudku, tentulah kita tahu pasti setiap permulaan pasti akan ada sebuah akhir...Akhir yang Akbar...
Tapi rasanya tidak nyambung saya maksukkan hal itu ke dalam postingan ini. Karena jelas, temanya adalah perdamaian...terutama antara Indonesia dan Jepang...Hehehe...
Bukan Kampanye, tapi Dakwah
Posted by Andeke Parsi at 11.49 Labels: Tokoh
Aku sama sekali bukanlah Pendukung Fauzi Bowo, tapi kalau boleh jujur, aku lebih suka Hidayat Nur Wahid. Tapi, aku sangat mndukung apa yang diungkapkan Hj.Rhoma Irama kalau Ia menolak meminta maaf pada Jokowi-Ahok. Karena, jelas dia tidak sedang berkampanye. Tetapi, berdakwah. Di dalam Al-Quran sudah tertera kalau kita harus memilih pemimpin yang seiman. Apa pun yang ada di kehidupan ini, semua sudah diatur di dalamnya, termasuk dalam memilih pemimpin. Karena Al-Quran memang mendetail, dan Al-Quran adalah sumber ilmu.
Saya sangat menghormati perbedaan, karena bagi saya perbedaan di Indonesia sudah seperti pelangi. Namun, dalam hal Akidah dan memilih pemimpin, tidak boleh di campur adukkan.
Yang membuat menyebalkan, siapa yang menyebarkan video itu, dan apa maksudnya ia menyebar fitnah itu???
Ayolah, tidak usah cari kesalahan-kesalahan orang lain. Kita ini Indonesia, kadang peraturan tinggal peraturan, Tapi tidak diamalkan. Yang pang penting itu Pancasila. Sila pertama, kebanyakan kita melalaikannya...Bagaimana bisa maju, kalau apa yang sudah tertulis saja, tidak dibuatkan prakteknya???
Saya sangat menghormati perbedaan, karena bagi saya perbedaan di Indonesia sudah seperti pelangi. Namun, dalam hal Akidah dan memilih pemimpin, tidak boleh di campur adukkan.
Yang membuat menyebalkan, siapa yang menyebarkan video itu, dan apa maksudnya ia menyebar fitnah itu???
Ayolah, tidak usah cari kesalahan-kesalahan orang lain. Kita ini Indonesia, kadang peraturan tinggal peraturan, Tapi tidak diamalkan. Yang pang penting itu Pancasila. Sila pertama, kebanyakan kita melalaikannya...Bagaimana bisa maju, kalau apa yang sudah tertulis saja, tidak dibuatkan prakteknya???
Mirisnya pengemar SuJu
Posted by Andeke Parsi at 18.28 Labels: Else Country, Environment, Me, Tokoh
Aku mengaku aku tidak suka ke-korea-koreaan. Tapi aku tidak bisa menunjuk bahwa artis korea adalah salah. Sah, sah saja jika mereka ingin berkreasi. Tapi aku tidak suka dengan penggemar fanatiknya. Hal itu miris sekali. Aku melihat berita di TV, penggemarnya menangis-nangis tidak menemui idola mereka. Ada dari mereka sudah dari menunggu dari kemarin sebelum kedatangan Super Junior itu. Namun, pada akhirnya mereka tidak bisa menemui idola mereka. Kejadian ini juga terjadi ketika Justin Bieber ke sini. Semua menangis. 'Marrie me!' begitu tulisan di karton yang mereka tunjukkan. Ya Allah, miris sekali. Memangnya mereka siapa????
Saudarakah?Keluarga juga bukan kan?
Aku malu sekali sebagai orang Indonesia. Malu. Sangat Malu. Kami semua mayoritas muslim. Mirisnya lagi, tiket SuJu terjual habis di saat kita kesulitan BBM. Hah??????
Sejujurnya, aku juga memiliki boyband yang ku suka. Tapi aku tidak mau menyebutnya boyband. di pikiranku, boyband itu identik dengan oplas. Mungkin sebut saja yang ku suka itu adalah Hey!Say!JUMP, wajah meraka asli.
Ya, aku suka dengan Hey!Say!JUMP. Tapi aku tidak mau menjadi penggemar fanatik. Mereka hanya entertainer. Sekalipun mereka akan konser di Indonesia, aku akan berpikir dua kali mengikuti konsernya. Aku takut mubazir waktu. Aku juga takut tidak bisa mengedip ketika melihat mereka. Jadi mereka hanyalah 'pemanis' buatku. Bagiku, hanya Sang Kekasih yang patut di idolakan. Boleh saja kita mengidolakan entertainer. Tapi sampai sefanataik itu, itu sudah kelewatan. Belum tentu mereka bisa membawa kita ke surga-Nya. Ingat, kita hidup tidak hanya di dunia. Kehidupan abadi kita adalah di Akhirat. Untuk itu, carilah idola yang mempu memotivasimu!
Saudarakah?Keluarga juga bukan kan?
Aku malu sekali sebagai orang Indonesia. Malu. Sangat Malu. Kami semua mayoritas muslim. Mirisnya lagi, tiket SuJu terjual habis di saat kita kesulitan BBM. Hah??????
Sejujurnya, aku juga memiliki boyband yang ku suka. Tapi aku tidak mau menyebutnya boyband. di pikiranku, boyband itu identik dengan oplas. Mungkin sebut saja yang ku suka itu adalah Hey!Say!JUMP, wajah meraka asli.
Ya, aku suka dengan Hey!Say!JUMP. Tapi aku tidak mau menjadi penggemar fanatik. Mereka hanya entertainer. Sekalipun mereka akan konser di Indonesia, aku akan berpikir dua kali mengikuti konsernya. Aku takut mubazir waktu. Aku juga takut tidak bisa mengedip ketika melihat mereka. Jadi mereka hanyalah 'pemanis' buatku. Bagiku, hanya Sang Kekasih yang patut di idolakan. Boleh saja kita mengidolakan entertainer. Tapi sampai sefanataik itu, itu sudah kelewatan. Belum tentu mereka bisa membawa kita ke surga-Nya. Ingat, kita hidup tidak hanya di dunia. Kehidupan abadi kita adalah di Akhirat. Untuk itu, carilah idola yang mempu memotivasimu!
JUMPER (TakeJUMPER)
Posted by Andeke Parsi at 20.52 Labels: Environment, Me, Tokoh
Jangan berpikir kalau jumper yang kalian maksud adalah tukang melompat, ya walaupun sebenarnya aku merasa aneh dengan julukan ini pada awalnya.
Ya, JUMPER yang ku maksud di sini adalah sebutan bagi penggemar Hey! Say! JUMP, yaitu salah satu ido group yang ada di negeri samurai. Mengapa aku mengambil topik ini untuk posting blogku kali ini?
Baiklah, di sini aku akan menceritakan tentang idol group ini, juga dampak mengidolakannya.
Dulu, aku tidak mengaku kalau aku ini bukan penggemar dari artis mana pun. Karena semua hanyalah dunia hiburan. Namun Aku hanya akan mengidolakan seseorang kalau aku merasakan dampak positif dari siapa yang ku idolakan.
Sebelum aku kira kalau Hey! Say! JUMP ini adalah boyband, aku sangat tidak menyukai boyband, apalagi girlband. Sebab dalam pikiranku, boyband itu identik dengan tariannya yang kata guruku kayak cacing kepanasan (maaf ya), lagunya cinta-cintaan, tebar pesona dan pada awalnya jadi penyanyi, suaranya tidak begitu bagus. Terlebih girlband! Aduh, pikiranku mengatakan kalau girlband itu identik dengan paha, betis, bahenol (maaf ya), pakaiannya ketat walau pakaiannya panjang, lagunya lenje dan umumnya temanya cinta-cintaan juga. Aduh, apa yang perlu di contoh ya dari idola yang seperti itu?Sudah begitu, ada yang pake operasi plastik segala...(contoh yang buruk, hm)...
Aku sendiri awalnya agak sinis dengan Hey! Say! JUMP. Mendengarnya saja, ingin ketawa. Namanya lucu sih... Hey! Say! JUMP (Hey! Katakan! Lompat), ya pikiran awam ku dulu bilang kalau Hey! Say! JUMP itu Hey! Katakan! LOMPAT, aneh banget namanya...he..(maaf ya..)
Terlebih, mendengar 'Chinen'?Hm...chinen ya...apakah dia orang china?(wkwkwkwk)maaf ya...
Namanya aneh sih...
Bukannya apa ya...masalahnya dulu waktu aku dan adikku masih SMP, sepulang sekolah adikku selalu bercerita tentang temannya yang mengidolakan Chinen. Sampai mengaku kalau Chinen itu pacarnya! Ya, aku sinis lah...mengidolakan yang seperti kan tidak baik...sepertinya terlalu berharap....(maaf lagi ya...)
Setelah waktu berlalu, aku melupakan begitu saja apa itu Chinen maupun Hey! Say! JUMP. Aku baru 'bertemu' mereka lagi ketikia aku SMA. Ketika aku sedang mencari info mengenai Sato Takeru, salah satu aktor Jepang. Terpikirkah kalian mengapa aku mencari Sato Takeru?
Semua berawal ketika aku iseng-iseng mencari tentang Kenshin di Pak Google. Eh, ada wajah KenSatoh-panggilan Sato Takeru. Lalu ku telusuri. Ternyata, Manga kesayanganku-Rurouni Kenshin akan di buat live action nya. Aku senang sekali. Lalu ku telusuri siapa Sato Takeru. Apakah dia pantas untuk memerankan Kenshin?Ternyata Watsuki-Sensei memilihnya. Aku percaya dengan pilihan Watsuki-Sensei! ^_^
Nah, dalam penelusuranku mengenai Sato Takeru di Youtube, aku melihat klip video Hey! Say! JUMP. Aku sama sekali tidak ingat kalau aku pernah mendengar nama itu. Ketika ku tonton, aku langsung jatuh cinta. Betapa tidak? Videonya bagus sekali. Penuh teknologi! Waktu itu video yang ku tonton itu video dari lagu 'Arigatou sekali ni doko itemo'. Aku yang gila teknologi terutama teknologi informasi, langsung menyukainya. Lalu ku telusuri siapa itu Hey! Say! JUMP. Wew, ada sepuluh orang....Ketika lihat nama-namanya, hm...namanya aneh-aneh...pikirku bilang, buat apa di hafalin, mending masuk UN ! he..
Tapi, karena lagu-lagu mereka yang enak, ditambah tema-temanya yang banyak bertemakan 'semangat', aku jadi menyukai Hey! Say! JUMP. Namun, waktu aku belum mengaku sebagai JUMPER. Karena aku hanya suka lagunya saja. Namun, ku telusuri lagi, ternyata personelnya menyenangkan juga kelihatannya.
Akhirnya Aku mengaku bahwa aku JUMPER walau telat. Banyak hal yang ku sukai dari idol group ini. Wajahnya yang asli alias tidak operasi plastik, lagunya yang menyemangat, suara-suara mereka yang sangat merdu dan asal mereka yang dari Jepang yang moto hidupnya semangat. Namun selain sebagai Jumper, aku juga Takelicious-penggemar Sato Takeru. Karena dari aku merasakan dampak positif dalam diriku setelah aku mengidolakannya.
Apalagi Hey! Say! JUMP, mereka bener-benar menyemangatiku tanpa mereka sadari. Itulah sebabnya kenapa aku mengidolakan mereka. Kalau mereka tidak memberi dampak positif bagiku, lebih baik tidak usah aku idolakan. Buat dijadikan idola kalau tidak berdampak baik bagi kita?
Dan masalah ketampanan, bukanlah prioritasku dalam mengidolakan seseorang. Karena yang namanya tampan itu hanya sementara. Kita tidak tahu bagaimana wajah kita di akhirat nanti. Apakah akan sama seperti di dunia?Lagipula, Allah tidak melihat seseorang dari kecantikan dan ketampanan seseorang.
Terkadang aku miris dengan penggemar mereka(penggemar laki-laki bagi remaja putri). Mereka hanya melihat dari segi ketampanan saja. Memangnya kalau sudah tampan, mau di apakan lagi?Mau dia tampan atau tidak, tidak memberi pengaruh apa-apa bagi kita. Kita hanya perlu contoh yang baik dari yang kita idolakan. Mungkin itulah salah satu sebab mengapa aku tidak suka boyband ataupun girlband. Karena penggemar mereka yang jelalatan dan terlalu berlebihan dalam mengidola.
Sang Kekasih sendiri tidak mau diidolakan. Bukankan hanya beliau yang menjadi idola utama kita?
Ya, JUMPER yang ku maksud di sini adalah sebutan bagi penggemar Hey! Say! JUMP, yaitu salah satu ido group yang ada di negeri samurai. Mengapa aku mengambil topik ini untuk posting blogku kali ini?
Baiklah, di sini aku akan menceritakan tentang idol group ini, juga dampak mengidolakannya.
Dulu, aku tidak mengaku kalau aku ini bukan penggemar dari artis mana pun. Karena semua hanyalah dunia hiburan. Namun Aku hanya akan mengidolakan seseorang kalau aku merasakan dampak positif dari siapa yang ku idolakan.
Sebelum aku kira kalau Hey! Say! JUMP ini adalah boyband, aku sangat tidak menyukai boyband, apalagi girlband. Sebab dalam pikiranku, boyband itu identik dengan tariannya yang kata guruku kayak cacing kepanasan (maaf ya), lagunya cinta-cintaan, tebar pesona dan pada awalnya jadi penyanyi, suaranya tidak begitu bagus. Terlebih girlband! Aduh, pikiranku mengatakan kalau girlband itu identik dengan paha, betis, bahenol (maaf ya), pakaiannya ketat walau pakaiannya panjang, lagunya lenje dan umumnya temanya cinta-cintaan juga. Aduh, apa yang perlu di contoh ya dari idola yang seperti itu?Sudah begitu, ada yang pake operasi plastik segala...(contoh yang buruk, hm)...
Aku sendiri awalnya agak sinis dengan Hey! Say! JUMP. Mendengarnya saja, ingin ketawa. Namanya lucu sih... Hey! Say! JUMP (Hey! Katakan! Lompat), ya pikiran awam ku dulu bilang kalau Hey! Say! JUMP itu Hey! Katakan! LOMPAT, aneh banget namanya...he..(maaf ya..)
Terlebih, mendengar 'Chinen'?Hm...chinen ya...apakah dia orang china?(wkwkwkwk)maaf ya...
Namanya aneh sih...
Bukannya apa ya...masalahnya dulu waktu aku dan adikku masih SMP, sepulang sekolah adikku selalu bercerita tentang temannya yang mengidolakan Chinen. Sampai mengaku kalau Chinen itu pacarnya! Ya, aku sinis lah...mengidolakan yang seperti kan tidak baik...sepertinya terlalu berharap....(maaf lagi ya...)
Setelah waktu berlalu, aku melupakan begitu saja apa itu Chinen maupun Hey! Say! JUMP. Aku baru 'bertemu' mereka lagi ketikia aku SMA. Ketika aku sedang mencari info mengenai Sato Takeru, salah satu aktor Jepang. Terpikirkah kalian mengapa aku mencari Sato Takeru?Semua berawal ketika aku iseng-iseng mencari tentang Kenshin di Pak Google. Eh, ada wajah KenSatoh-panggilan Sato Takeru. Lalu ku telusuri. Ternyata, Manga kesayanganku-Rurouni Kenshin akan di buat live action nya. Aku senang sekali. Lalu ku telusuri siapa Sato Takeru. Apakah dia pantas untuk memerankan Kenshin?Ternyata Watsuki-Sensei memilihnya. Aku percaya dengan pilihan Watsuki-Sensei! ^_^
Nah, dalam penelusuranku mengenai Sato Takeru di Youtube, aku melihat klip video Hey! Say! JUMP. Aku sama sekali tidak ingat kalau aku pernah mendengar nama itu. Ketika ku tonton, aku langsung jatuh cinta. Betapa tidak? Videonya bagus sekali. Penuh teknologi! Waktu itu video yang ku tonton itu video dari lagu 'Arigatou sekali ni doko itemo'. Aku yang gila teknologi terutama teknologi informasi, langsung menyukainya. Lalu ku telusuri siapa itu Hey! Say! JUMP. Wew, ada sepuluh orang....Ketika lihat nama-namanya, hm...namanya aneh-aneh...pikirku bilang, buat apa di hafalin, mending masuk UN ! he..
Tapi, karena lagu-lagu mereka yang enak, ditambah tema-temanya yang banyak bertemakan 'semangat', aku jadi menyukai Hey! Say! JUMP. Namun, waktu aku belum mengaku sebagai JUMPER. Karena aku hanya suka lagunya saja. Namun, ku telusuri lagi, ternyata personelnya menyenangkan juga kelihatannya.
Akhirnya Aku mengaku bahwa aku JUMPER walau telat. Banyak hal yang ku sukai dari idol group ini. Wajahnya yang asli alias tidak operasi plastik, lagunya yang menyemangat, suara-suara mereka yang sangat merdu dan asal mereka yang dari Jepang yang moto hidupnya semangat. Namun selain sebagai Jumper, aku juga Takelicious-penggemar Sato Takeru. Karena dari aku merasakan dampak positif dalam diriku setelah aku mengidolakannya.
Apalagi Hey! Say! JUMP, mereka bener-benar menyemangatiku tanpa mereka sadari. Itulah sebabnya kenapa aku mengidolakan mereka. Kalau mereka tidak memberi dampak positif bagiku, lebih baik tidak usah aku idolakan. Buat dijadikan idola kalau tidak berdampak baik bagi kita?
Dan masalah ketampanan, bukanlah prioritasku dalam mengidolakan seseorang. Karena yang namanya tampan itu hanya sementara. Kita tidak tahu bagaimana wajah kita di akhirat nanti. Apakah akan sama seperti di dunia?Lagipula, Allah tidak melihat seseorang dari kecantikan dan ketampanan seseorang.
Terkadang aku miris dengan penggemar mereka(penggemar laki-laki bagi remaja putri). Mereka hanya melihat dari segi ketampanan saja. Memangnya kalau sudah tampan, mau di apakan lagi?Mau dia tampan atau tidak, tidak memberi pengaruh apa-apa bagi kita. Kita hanya perlu contoh yang baik dari yang kita idolakan. Mungkin itulah salah satu sebab mengapa aku tidak suka boyband ataupun girlband. Karena penggemar mereka yang jelalatan dan terlalu berlebihan dalam mengidola.
Sang Kekasih sendiri tidak mau diidolakan. Bukankan hanya beliau yang menjadi idola utama kita?
Sadarkah kalian siapa orang yang kalian idolakan?
Mungkin beberapa di antara kalian ada yang gila korea dan gila jepang dan gila-gilaan...he
Tapi, terpikirkah oleh kalian, apa karimahnya bila mengidolakan mereka?
Hm... tanpa kalian sadari kalian akan mengikuti jejak idola kalian.
Tapi, pantaskah kalian mengikuti jejak orang yang tidak memberi karimah buat kalian?
Maaf, maaf ya..
Tidak salah sih kalau kita mengidolakan seseorang...
Sejujurnya, aku termasuk penggemar Takeru Satoh, Hey ! Say! Jump, Haruma Miura, Horikita Maki, dll....
Tapi aku berpikir lagi, manfaat mengidolakan mereka itu apa...
Setelah ku pikir-pikir lagi...
Ya, yang namanya idola itu yang bisa mencontohkan yang baik ke penggemarnya. Dan idola yang seperti itu hanya ada pada diri Sang Kekasih...
Manusia mana sih yang mampu menandingi ketenaran beliau?
Beliau itu Dunia Akhirat, dapet!
Kalau orang-orang yang ku sebutkan namanya tadi, itu hanya idola sepintas...cuman buat main-main doang...
Toh, mereka tidak menjamin kita masuk ke Jannah-Nya.
Jadi, untuk apa tergila-gila sama orang yang gak jelas, kalau ada yan jelas. Ya, kan?
Maaf ya, bahasanya agak gaul dikit. Tapi postingan kali ini, aku akan buat yang sesuai buat kalian. Semoga Bermafaat.
Mungkin beberapa di antara kalian ada yang gila korea dan gila jepang dan gila-gilaan...he
Tapi, terpikirkah oleh kalian, apa karimahnya bila mengidolakan mereka?
Hm... tanpa kalian sadari kalian akan mengikuti jejak idola kalian.
Tapi, pantaskah kalian mengikuti jejak orang yang tidak memberi karimah buat kalian?
Maaf, maaf ya..
Tidak salah sih kalau kita mengidolakan seseorang...
Sejujurnya, aku termasuk penggemar Takeru Satoh, Hey ! Say! Jump, Haruma Miura, Horikita Maki, dll....
Tapi aku berpikir lagi, manfaat mengidolakan mereka itu apa...
Setelah ku pikir-pikir lagi...
Ya, yang namanya idola itu yang bisa mencontohkan yang baik ke penggemarnya. Dan idola yang seperti itu hanya ada pada diri Sang Kekasih...
Manusia mana sih yang mampu menandingi ketenaran beliau?
Beliau itu Dunia Akhirat, dapet!
Kalau orang-orang yang ku sebutkan namanya tadi, itu hanya idola sepintas...cuman buat main-main doang...
Toh, mereka tidak menjamin kita masuk ke Jannah-Nya.
Jadi, untuk apa tergila-gila sama orang yang gak jelas, kalau ada yan jelas. Ya, kan?
Maaf ya, bahasanya agak gaul dikit. Tapi postingan kali ini, aku akan buat yang sesuai buat kalian. Semoga Bermafaat.
Taya Maeda
Posted by Andeke Parsi at 00.40 Labels: Tokoh
Akupunya teman namanya Tiara Novida. Dia itu anak berdarah Jepang. Dan aku sangat senang dengannya. Dia orangnya ramah. Diantara teman-temanku yang fesyenebel, dia yang paling baik yang pernah ku temui.
Dan tahukah kamu?
Neneknya di pihak ibu, adalah seorang keponakan dari Laksamana Tadashi Maeda, orang Jepang yang sudah membantu Indonesia dalam Kemerdekaan. Keren ya...
Padahal tadinya aku agak sinis sama dia, karena dia itu orang Jepang. Tapi ternyata dia itu termasuk keluarganya Tadashi Maeda. Ya Allah...salut!!!
Ku lihat diantara teman yang lain, dia memang jauh berdeda, walaupun dia berasal dari keluarga yang berada dan termasuk ke dalam keluarga Tadashi Maeda, ia tidak pernah sombong dan tidak pernah berpilih kasih dalam berteman. Jauh beda dengan temanku yang lain yang ada yang dar kurang mampu, tapi laganya kayak orang kaya dan pilih kasih. Astaghfirullah...
Baru kali ini aku dekat dengan orang seperti dia. Aku harap dia tetap menjadi teman yang baik. Dan aku akan sangat menghormatinya sebagai keluarga pahlawan.
Dan tahukah kamu?
Neneknya di pihak ibu, adalah seorang keponakan dari Laksamana Tadashi Maeda, orang Jepang yang sudah membantu Indonesia dalam Kemerdekaan. Keren ya...
Padahal tadinya aku agak sinis sama dia, karena dia itu orang Jepang. Tapi ternyata dia itu termasuk keluarganya Tadashi Maeda. Ya Allah...salut!!!
Ku lihat diantara teman yang lain, dia memang jauh berdeda, walaupun dia berasal dari keluarga yang berada dan termasuk ke dalam keluarga Tadashi Maeda, ia tidak pernah sombong dan tidak pernah berpilih kasih dalam berteman. Jauh beda dengan temanku yang lain yang ada yang dar kurang mampu, tapi laganya kayak orang kaya dan pilih kasih. Astaghfirullah...
Baru kali ini aku dekat dengan orang seperti dia. Aku harap dia tetap menjadi teman yang baik. Dan aku akan sangat menghormatinya sebagai keluarga pahlawan.
Da'i Sejuta Umat
Posted by Andeke Parsi at 19.59 Labels: Tokoh
Ada satu kalimat yang masih teringat olehku ketika Alm. Zainuddin MZ wafat. Yaitu, "Keuangan Yang Maha Kuasa". Benar saja. Rakyat Indonesia ini tampak sudah tidak mengimani sila Pancasila yang Pertama. JUstru mereka malah terbawa kapitalis yang mengakibatkan diri mereka menjadi Keuangan Yang Kuasa, bukan lagi Ketuhanan Yang esa. Apakah benar uang itu adalah dewa?
Hm...
Mungkin karena aku telat kali ya. Aku baru bisa 'melihat' beliau ketika beliau telah wafat. Ku kira Ia sama dengan politikus yang lain. Karena di mata ku, politikus itu hampir tidak ada benarnya. Namun, aku hanya baru bisa 'melihat' Da'i sejuta Umat ini. Hmmm...
Kata-katanya itu, memang kata-kata yang mudah dicerna dan indah untuk didengar. Rasanya aku menyesal atas kematiannya itu. Dan entah mengapa, aku merasa ingin menangis mendengar berita kepergiannya. Di dalam hati, aku selalu berucap di dalam hati keetika meenonton kepergiannya di TV, "aku akan menyusulnya."
Aku bisa merasakan kematian itu semakin dekat. Terlebih kiamat juga semakin dekat.
Bila melihat perjalanan kematiannya, Beliau wafat ketika pulang dakwah. Aku merasa senang. Karena itu akan menjadi syahid. Terpikir olehku, apakah mungkin aku akan menjadi syahidah?
Hmm...umur seseorang, hanya Allah yang Maha Mengetahui...
Hm...
Mungkin karena aku telat kali ya. Aku baru bisa 'melihat' beliau ketika beliau telah wafat. Ku kira Ia sama dengan politikus yang lain. Karena di mata ku, politikus itu hampir tidak ada benarnya. Namun, aku hanya baru bisa 'melihat' Da'i sejuta Umat ini. Hmmm...
Kata-katanya itu, memang kata-kata yang mudah dicerna dan indah untuk didengar. Rasanya aku menyesal atas kematiannya itu. Dan entah mengapa, aku merasa ingin menangis mendengar berita kepergiannya. Di dalam hati, aku selalu berucap di dalam hati keetika meenonton kepergiannya di TV, "aku akan menyusulnya."
Aku bisa merasakan kematian itu semakin dekat. Terlebih kiamat juga semakin dekat.
Bila melihat perjalanan kematiannya, Beliau wafat ketika pulang dakwah. Aku merasa senang. Karena itu akan menjadi syahid. Terpikir olehku, apakah mungkin aku akan menjadi syahidah?
Hmm...umur seseorang, hanya Allah yang Maha Mengetahui...
About Me
Cari Blog Ini
Translate This Blog to Your Language!
Blogroll
BlogUpp!
Popular Posts
-
Tentu sudah lama para pelajar di setiap sekolah yang selalu membuang sampah di laci meja. Pastinya mereka punya banyak alasan kenapa mereka ...
-
Jangan berpikir kalau jumper yang kalian maksud adalah tukang melompat, ya walaupun sebenarnya aku merasa aneh dengan julukan ini pada awal...
-
Sumpah loh aku kasihan baget sama kaum adam di masa kini. Mereka begitu sulit untuk memelihara mata mereka karena aurat lawan jenis mereka k...
-
Temanku berdecak kagum karena aku berjalan kaki dari rumahnya ke rumahku yang beda kelurahan. Aku hanya menganggap biasa, sebab kebanyakan...
-
Sekarang lagi jamannya ceplok menceplok ya! Setap ulang tahun orang diceplok. Kenapa gak sekalian aja taruh di kuali orangnya biar j...
-
Kalau boleh tau, apa yang ada di benak kalian tentang Nabi Muhammad? Bagaimana rupa beliau di pikiran kalian? Tuakah? Gagah kah? Pasti kal...
-
Aku tergolong orang yang menyukai menonton TV. Dan tentu aku sedikit mengetahui yangmana tontonan yang baik untukku, yangmana bukan. Ketika ...
-
Aku kesal deh, jaman sekarang kakak kelas yang ada di masing-masing rata-rata sok berkuasa pada adik kelasnya. Saya bingung untuk apa ia jad...
-
Sudah menjadi kebiasaan diantara kita kalau ada diantara kita yang melakukan hal yang positif malah kita 'tumben'-kan. Tidak banyak...
-
Setahu kita, guru adalah yang patut ditiru bukan? Karena ia jauh lebih pengalaman dan pengetahuannya lebih banyak. Lalu bagaimana dengan gu...
Total Pageviews
Labels
- Else Country (5)
- Environment (61)
- Film (3)
- Me (23)
- School (9)
- Tokoh (10)
Recent Posts
HTML widget sample
Diberdayakan oleh Blogger.
Yang Join
Powered by WordPress
©
dibaca dulu aja! - Designed by Matt, Blogger templates by Blog and Web.
Powered by Blogger.
Powered by Blogger.


